Contoh Laporan Laba Rugi dan Cara Membuatnya dengan Mudah (Panduan Lengkap untuk UMKM)

By | 16 Februari 2026

Sedang mencari contoh laporan laba rugi sederhana untuk usaha Anda? Atau masih bingung bagaimana cara membuat laporan laba rugi yang benar dan mudah dipahami?

Banyak pelaku UMKM sudah mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi belum menyusunnya dalam format laporan laba rugi yang rapi. Akibatnya, mereka tidak tahu secara pasti apakah bisnis benar-benar untung atau hanya terlihat ramai saja.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Pengertian laporan laba rugi
  • Komponen di dalamnya
  • Contoh laporan laba rugi sederhana
  • Cara membuat laporan laba rugi dengan mudah
  • Tips agar laporan lebih akurat dan profesional

Cocok untuk pemilik UMKM, bisnis rintisan, hingga usaha yang sedang berkembang.

Apa Itu Laporan Laba Rugi?

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan hasil kinerja usaha dalam periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.

Laporan ini menjawab pertanyaan penting:

Apakah bisnis saya menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian?

Laporan laba rugi berfokus pada:

  • Pendapatan (income)
  • Beban atau biaya (expenses)
  • Laba atau rugi bersih

Komponen Utama Laporan Laba Rugi

Agar memahami contoh laporan laba rugi, Anda perlu tahu komponen utamanya terlebih dahulu.

1. Pendapatan (Revenue)

Pendapatan adalah total hasil penjualan produk atau jasa dalam periode tertentu.

Contoh:

  • Penjualan produk
  • Jasa layanan
  • Komisi

2. Beban atau Biaya (Expenses)

Beban adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha.

Contoh:

  • Gaji karyawan
  • Sewa tempat
  • Listrik dan internet
  • Biaya operasional
  • Biaya pemasaran

3. Laba atau Rugi Bersih

Rumus sederhana:

Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Beban

Jika hasilnya positif → Laba

Jika hasilnya negatif → Rugi

Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana UMKM

Berikut contoh laporan laba rugi usaha per Januari 2026:

Laporan Laba Rugi

Periode: Januari 2026

Pendapatan

Penjualan Produk: Rp25.000.000

Total Pendapatan: Rp25.000.000

Beban

Gaji Karyawan: Rp8.000.000

Sewa Tempat: Rp4.000.000

Listrik & Internet: Rp1.000.000

Biaya Operasional: Rp2.000.000

Total Beban: Rp15.000.000


Laba Bersih

Rp25.000.000 – Rp15.000.000

Laba Bersih: Rp10.000.000

Dari laporan tersebut, terlihat bahwa usaha memperoleh keuntungan sebesar Rp10.000.000 selama Januari.

Cara Membuat Laporan Laba Rugi dengan Mudah

Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti:

1. Catat Semua Transaksi

Pastikan semua pemasukan dan pengeluaran sudah dicatat dalam jurnal.

Tanpa pencatatan yang lengkap, laporan tidak akan akurat.

2. Kelompokkan Pendapatan dan Beban

Pisahkan:

  • Mana yang termasuk pendapatan
  • Mana yang termasuk biaya

Jangan mencampur aset atau utang ke dalam laporan laba rugi.

3. Hitung Total Pendapatan

Jumlahkan semua penjualan dalam periode tertentu.

4. Hitung Total Beban

Jumlahkan seluruh biaya operasional selama periode yang sama.

5. Kurangkan Pendapatan dengan Beban

Gunakan rumus:

Laba Bersih = Pendapatan – Beban

Selesai.

Secara konsep, laporan laba rugi sebenarnya sederhana. Tantangannya ada pada konsistensi pencatatan.

 

Manfaat Laporan Laba Rugi bagi UMKM

Mengapa laporan laba rugi penting?

1. Mengetahui Profitabilitas

Apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan?

2. Mengontrol Biaya

Biaya mana yang terlalu besar dan perlu ditekan?

3. Menentukan Strategi Harga

Apakah harga jual sudah memberikan margin yang cukup?

4. Membantu Perencanaan Bisnis

Data laba rugi membantu dalam membuat target dan strategi pertumbuhan.

Manual vs Software: Mana Lebih Mudah?

Membuat laporan laba rugi secara manual menggunakan Excel memang memungkinkan, tetapi:

  • Rawan salah hitung
  • Perlu rekap setiap akhir bulan
  • Tidak otomatis terupdate
  • Memakan waktu

Jika transaksi sudah banyak, cara manual akan semakin merepotkan.

Karena itu banyak UMKM mulai menggunakan software akuntansi agar laporan bisa dibuat otomatis dan real-time.

Kesimpulan

Contoh laporan laba rugi sebenarnya sederhana: hanya terdiri dari pendapatan, beban, dan laba bersih.

Namun yang membuatnya sulit adalah konsistensi pencatatan dan ketelitian dalam mengelompokkan transaksi.

Dengan laporan laba rugi yang rapi, Anda bisa:

  • Mengetahui kondisi bisnis secara pasti
  • Mengambil keputusan berdasarkan data
  • Mengembangkan usaha dengan lebih percaya diri

Laporan laba rugi bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi alat penting untuk pertumbuhan bisnis.

Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah dengan Aktansi

Agar tidak lagi terjebak dalam kesalahan pencatatan manual, Anda bisa menggunakan sistem yang lebih terstruktur seperti Aktansi.

Dengan Aktansi, Anda dapat:

  •  Mencatat transaksi melalui Jurnal Cepat dan Pencatatan Jurnal
  • Mengatur transaksi rutin dengan Jurnal Berulang
  • Mengecek keseimbangan melalui Neraca Saldo otomatis
  • Menghasilkan Laporan Laba Rugi dan Neraca secara instan
  • Mengatur Periode Akuntansi dan input Saldo Awal dengan mudah

Semua fitur ini membantu meminimalkan kesalahan dalam laporan keuangan.

Saatnya laporan keuangan UMKM Anda lebih rapi, akurat, dan profesional.