Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Kas

By | 19 Maret 2026

Dalam dunia akuntansi, terdapat dua metode pencatatan yang paling umum digunakan, yaitu akuntansi berbasis akrual dan kas. Memahami perbedaan akuntansi berbasis akrual dan kas sangat penting bagi UMKM agar dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian, perbedaan, kelebihan, kekurangan, hingga contoh penerapannya.

Pengertian Akuntansi Berbasis Akrual

Akuntansi berbasis akrual adalah metode pencatatan transaksi yang diakui saat transaksi terjadi, bukan saat kas diterima atau dibayarkan.

Contoh:

  • Penjualan dicatat saat terjadi transaksi, meskipun belum dibayar.

Menurut Investopedia, metode akrual memberikan gambaran keuangan yang lebih akurat karena mencerminkan kondisi sebenarnya.

Pengertian Akuntansi Berbasis Kas

Akuntansi berbasis kas adalah metode pencatatan yang dilakukan saat kas benar-benar diterima atau dikeluarkan.

Contoh:

  • Penjualan baru dicatat saat pembayaran diterima.

Metode ini lebih sederhana dan sering digunakan oleh UMKM kecil.

Baca juga : Panduan Mengelola Keuangan untuk UMKM

Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual dan Kas

Berikut perbedaan utama antara kedua metode:

Aspek Basis Akrual Basis Kas
Waktu pencatatan Saat transaksi terjadi Saat kas diterima/dibayar
Akurasi Lebih akurat Lebih sederhana
Kompleksitas Lebih kompleks Lebih mudah
Cocok untuk Bisnis berkembang UMKM kecil

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Metode

Kelebihan Akuntansi Akrual

  • Memberikan gambaran keuangan yang lebih realistis

  • Cocok untuk analisis bisnis

  • Digunakan dalam standar akuntansi

Kekurangan Akuntansi Akrual

  • Lebih kompleks

  • Membutuhkan pencatatan yang lebih detail

Kelebihan Akuntansi Kas

  • Mudah digunakan

  • Cocok untuk usaha kecil

  • Tidak membutuhkan pencatatan rumit

Kekurangan Akuntansi Kas

  • Kurang akurat

  • Tidak mencerminkan kondisi sebenarnya

Contoh Perbedaan Akuntansi Akrual dan Kas

Misalnya:

  • Anda menjual barang Rp5.000.000 secara kredit

Basis Akrual:

  • Dicatat saat penjualan terjadi

Basis Kas:

  • Dicatat saat uang diterima

Mana yang Lebih Cocok untuk UMKM?

Pemilihan metode tergantung pada kondisi bisnis:

  • UMKM kecil → cocok menggunakan basis kas

  • UMKM berkembang → lebih baik menggunakan basis akrual

Untuk standar di Indonesia, Anda bisa mengacu pada pedoman dari Ikatan Akuntan Indonesia.

Kelola Akuntansi Akrual dan Kas dengan Aktansi

Mengelola pencatatan akuntansi, baik berbasis akrual maupun kas, bisa menjadi lebih mudah dengan software akuntansi seperti Aktansi.

Fitur unggulan Aktansi:

  • Jurnal Cepat → input transaksi lebih cepat

  • Pencatatan Jurnal → pencatatan fleksibel

  • Jurnal Berulang → otomatis hingga 24 bulan

  • Jurnal Umum → semua transaksi tercatat

  • Buku Besar → update otomatis

  • Neraca Saldo → tersusun otomatis

  • Neraca & Laba Rugi → laporan instan

  • Periode Akuntansi → fleksibel

  • Saldo Awal → setup mudah

Dengan Aktansi, Anda bisa menggunakan metode akrual maupun kas dengan lebih praktis dan efisien.

Website : https://www.aktansi.com

Kesimpulan

Perbedaan akuntansi berbasis akrual dan kas terletak pada waktu pencatatan transaksi. Metode akrual lebih akurat, sedangkan metode kas lebih sederhana.

Bagi UMKM, memilih metode yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis. Dengan bantuan software seperti Aktansi, pengelolaan akuntansi menjadi lebih mudah dan minim kesalahan.