Cara Membuat Laporan Arus Kas

By | 19 Maret 2026

Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan penting yang wajib dimiliki oleh setiap UMKM. Dengan memahami cara membuat laporan arus kas, Anda bisa mengetahui kondisi keuangan bisnis secara real-time, terutama terkait aliran uang masuk dan keluar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuat laporan arus kas, jenis-jenisnya, hingga contoh sederhana yang mudah dipahami.

Apa Itu Laporan Arus Kas?

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan arus masuk dan keluar kas dalam suatu periode tertentu.

Menurut Investopedia, laporan arus kas membantu bisnis memahami likuiditas dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Fungsi Laporan Arus Kas untuk UMKM

Berikut beberapa fungsi penting laporan arus kas:

1. Mengontrol Keuangan Usaha

Mengetahui apakah bisnis mengalami surplus atau defisit kas.

2. Membantu Pengambilan Keputusan

Pemilik usaha bisa menentukan strategi berdasarkan kondisi kas.

3. Menghindari Kekurangan Kas

Mencegah kondisi keuangan yang bisa mengganggu operasional bisnis.

Jenis Laporan Arus Kas

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga jenis utama:

1. Arus Kas Operasi

Meliputi aktivitas utama bisnis seperti:

  • Penjualan

  • Pembayaran biaya operasional

  • Gaji karyawan

2. Arus Kas Investasi

Meliputi:

  • Pembelian aset

  • Penjualan aset

3. Arus Kas Pendanaan

Meliputi:

  • Pinjaman

  • Modal pemilik

  • Pembayaran utang

Cara Membuat Laporan Arus Kas

Berikut langkah-langkah cara membuat laporan arus kas:

1. Kumpulkan Data Keuangan

Ambil data dari:

  • Jurnal

  • Buku besar

  • Laporan laba rugi

2. Kelompokkan Transaksi

Pisahkan transaksi ke dalam:

  • Operasi

  • Investasi

  • Pendanaan

3. Hitung Arus Kas Masuk dan Keluar

Catat semua pemasukan dan pengeluaran kas.

4. Hitung Saldo Akhir Kas

Gunakan rumus:

Saldo awal + arus kas masuk – arus kas keluar = saldo akhir

5. Susun Laporan

Buat laporan dalam format yang rapi dan mudah dibaca.

Contoh Laporan Arus Kas Sederhana

Arus Kas Operasi:

  • Pemasukan penjualan: Rp10.000.000

  • Biaya operasional: Rp4.000.000

Arus Kas Investasi:

  • Pembelian peralatan: Rp2.000.000

Arus Kas Pendanaan:

  • Modal tambahan: Rp3.000.000

Total Arus Kas:
Rp10.000.000 – Rp4.000.000 – Rp2.000.000 + Rp3.000.000 = Rp7.000.000

Kesalahan Umum dalam Laporan Arus Kas

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Tidak memisahkan jenis arus kas

  • Salah mencatat transaksi

  • Tidak mencatat transaksi kecil

  • Data tidak lengkap

Untuk referensi standar akuntansi di Indonesia, Anda bisa melihat panduan dari Ikatan Akuntan Indonesia.

Baca juga : Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Dimiliki UMKM

Pentingnya Laporan Arus Kas bagi UMKM

Laporan arus kas sangat penting karena:

  • Menunjukkan kesehatan keuangan bisnis

  • Membantu mengelola cash flow

  • Menghindari kebangkrutan

  • Mempermudah pengajuan pinjaman

Buat Laporan Arus Kas Otomatis dengan Aktansi

Membuat laporan arus kas secara manual cukup rumit dan memakan waktu. Dengan menggunakan software akuntansi seperti Aktansi, Anda bisa membuat laporan arus kas secara otomatis.

Fitur unggulan Aktansi:

  • Jurnal Cepat → input transaksi lebih cepat

  • Pencatatan Jurnal → pencatatan sistematis

  • Jurnal Berulang → otomatis hingga 24 bulan

  • Jurnal Umum → semua transaksi tercatat rapi

  • Buku Besar → update otomatis

  • Neraca Saldo → langsung tersedia

  • Neraca & Laba Rugi → laporan instan

  • Periode Akuntansi → fleksibel

  • Saldo Awal → setup awal mudah

Dengan Aktansi, laporan arus kas bisa dibuat tanpa ribet dan minim kesalahan.

Website : https://aktansi.com

Kesimpulan

Cara membuat laporan arus kas sebenarnya cukup sederhana jika Anda memahami alurnya. Laporan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis, terutama bagi UMKM.

Menggunakan software seperti Aktansi akan membantu Anda mengelola arus kas secara otomatis, cepat, dan akurat.