Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa dan Dagang (Lengkap & Mudah Dipahami)

By | 16 Februari 2026

Dalam proses pencatatan keuangan, jurnal umum adalah langkah pertama dalam siklus akuntansi yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi secara kronologis. Konsep ini merupakan bagian penting dalam praktik akuntansi yang dijelaskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Pada artikel ini, kita akan membahas contoh jurnal umum perusahaan jasa dan perusahaan dagang secara lengkap, disertai penjelasan agar mudah dipahami dan cocok untuk pemilik UMKM maupun staf keuangan.

Apa Itu Jurnal Umum?

Jurnal umum adalah pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dengan sistem debit dan kredit.

Struktur dasar jurnal umum terdiri dari:

  • Tanggal transaksi
  • Nama akun
  • Debit
  • Kredit
  • Keterangan

Setiap transaksi harus memenuhi prinsip dasar akuntansi:

Total Debit = Total Kredit

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual layanan, bukan barang. Contohnya: jasa konsultan, jasa desain, jasa servis, dan lainnya.

1. Pemilik Menyetor Modal Tunai

Pemilik menyetor modal Rp50.000.000.

Tanggal Akun Debit Kredit
1 Jan Kas 50.000.000
Modal 50.000.000

Penjelasan: Kas bertambah (Debit), Modal bertambah (Kredit).

2. Menerima Pendapatan Jasa Tunai

Menerima pembayaran jasa Rp10.000.000.

Tanggal Akun Debit Kredit
5 Jan Kas 10.000.000
Pendapatan Jasa 10.000.000

Penjelasan: Kas bertambah, Pendapatan bertambah.

3. Membayar Beban Operasional

Membayar sewa kantor Rp3.000.000.

Tanggal Akun Debit Kredit
10 Jan Beban Sewa 3.000.000
Kas 3.000.000

Penjelasan: Beban bertambah (Debit), Kas berkurang (Kredit).

4. Menerima Pendapatan Secara Piutang

Memberikan jasa senilai Rp7.000.000, belum dibayar.

Tanggal Akun Debit Kredit
15 Jan Piutang Usaha 7.000.000
Pendapatan Jasa 7.000.000

Penjelasan: Piutang bertambah, Pendapatan bertambah.

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli dan menjual kembali barang.

Contohnya: toko retail, distributor, grosir.

Berikut contoh transaksi umum perusahaan dagang.

Baca juga : Panduan Mengelola Keuangan untuk UMKM

1. Membeli Barang Dagang Tunai

Membeli persediaan Rp20.000.000 secara tunai.

Tanggal Akun Debit Kredit
2 Jan Persediaan 20.000.000
Kas 20.000.000

Penjelasan: Persediaan bertambah, Kas berkurang.

2. Membeli Barang Secara Kredit

Membeli barang Rp15.000.000 secara kredit.

Tanggal Akun Debit Kredit
4 Jan Persediaan 15.000.000
Utang Usaha 15.000.000

Penjelasan: Persediaan bertambah, Utang bertambah.

3. Menjual Barang Tunai

Menjual barang Rp25.000.000 (HPP Rp18.000.000).

Jurnal penjualan:

Tanggal Akun Debit Kredit
10 Jan Kas 25.000.000
Penjualan 25.000.000

Jurnal HPP:

Tanggal Akun Debit Kredit
10 Jan Harga Pokok Penjualan 18.000.000
Persediaan 18.000.000

Penjelasan: Penjualan dicatat terpisah dari pengurangan persediaan.

4. Membayar Beban Operasional

Membayar listrik Rp2.000.000.

Tanggal Akun Debit Kredit
15 Jan Beban Listrik 2.000.000
Kas 2.000.000

Perbedaan Jurnal Umum Perusahaan Jasa dan Dagang

Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang
Tidak memiliki persediaan Memiliki akun persediaan
Tidak ada HPP Ada Harga Pokok Penjualan
Fokus pada pendapatan jasa Fokus pada penjualan barang

Perusahaan dagang memiliki pencatatan lebih kompleks karena harus mencatat pergerakan persediaan.

Kesalahan Umum dalam Membuat Jurnal Umum

Hindari kesalahan berikut:

❌ Debit dan kredit tidak seimbang

❌ Salah memilih akun

❌ Tidak mencatat HPP pada perusahaan dagang

❌ Lupa mencatat transaksi kredit

❌ Tidak mencatat transaksi secara kronologis

Kesalahan kecil dalam jurnal umum bisa berdampak besar pada laporan keuangan.

Pentingnya Otomatisasi Jurnal dalam Bisnis Modern

Banyak UMKM masih mencatat jurnal secara manual di Excel atau buku tulis. Ini berisiko:

  • Human error tinggi
  • Data tidak real-time
  • Sulit membuat laporan otomatis
  • Sulit melakukan audit

Dengan software akuntansi, jurnal umum dapat dibuat otomatis saat transaksi diinput.

Gunakan Software Akuntansi untuk Otomatisasi Jurnal

Software akuntansi modern membantu Anda:

✅ Membuat jurnal otomatis dari transaksi

✅ Mengelola perusahaan jasa maupun dagang

✅ Menghitung HPP otomatis

✅ Menghasilkan laporan laba rugi & neraca instan

✅ Mengurangi kesalahan pencatatan

Dengan sistem yang tepat, Anda tidak perlu lagi membuat jurnal secara manual.

Kesimpulan

Contoh jurnal umum perusahaan jasa dan dagang menunjukkan bahwa:

  • Perusahaan jasa fokus pada pendapatan layanan
  • Perusahaan dagang memiliki pencatatan persediaan dan HPP
  • Setiap transaksi harus seimbang antara debit dan kredit
  • Ketelitian dalam pencatatan sangat penting

Jika bisnis Anda ingin lebih rapi dan profesional, gunakan sistem akuntansi yang mampu mencatat jurnal secara otomatis dan real-time.

Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah dengan Aktansi

Agar tidak lagi terjebak dalam kesalahan pencatatan manual, Anda bisa menggunakan sistem yang lebih terstruktur seperti Aktansi.

Dengan Aktansi, Anda dapat:

  •  Mencatat transaksi melalui Jurnal Cepat dan Pencatatan Jurnal
  • Mengatur transaksi rutin dengan Jurnal Berulang
  • Mengecek keseimbangan melalui Neraca Saldo otomatis
  • Menghasilkan Laporan Laba Rugi dan Neraca secara instan
  • Mengatur Periode Akuntansi dan input Saldo Awal dengan mudah

Semua fitur ini membantu meminimalkan kesalahan dalam laporan keuangan.

Saatnya laporan keuangan UMKM Anda lebih rapi, akurat, dan profesional.