Banyak pelaku UMKM sudah mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi belum tahu apakah laporan keuangannya sudah sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Padahal, jika ingin usaha berkembang, mengajukan pinjaman ke bank, mencari investor, atau mengikuti tender, laporan keuangan yang rapi dan sesuai standar menjadi sangat penting.
Salah satu standar yang dirancang khusus untuk usaha kecil adalah SAK EMKM.
Artikel ini akan membahas secara lengkap:
- Apa itu SAK EMKM
- Mengapa penting untuk UMKM
- Komponen laporan keuangan sesuai SAK EMKM
- Contoh sederhana penerapannya
- Cara mempermudah penyusunan laporan sesuai SAK EMKM
Apa Itu SAK EMKM?
SAK EMKM adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.
Standar ini diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk memberikan pedoman akuntansi yang lebih sederhana dibandingkan standar perusahaan besar.
Tujuan SAK EMKM adalah:
- Membantu UMKM menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur
- Meningkatkan akses pembiayaan ke perbankan
- Membuat laporan lebih mudah dipahami
- Memberikan standar yang seragam bagi usaha kecil
SAK EMKM dirancang agar lebih praktis dan tidak serumit standar akuntansi perusahaan publik.
Mengapa Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM Penting untuk UMKM?
Banyak UMKM masih menggunakan pencatatan sederhana tanpa format yang jelas. Padahal laporan sesuai SAK EMKM memberikan manfaat besar:
1. Lebih Mudah Mendapatkan Pinjaman Bank
Bank biasanya meminta laporan keuangan minimal 1–2 tahun terakhir. Laporan sesuai standar meningkatkan kepercayaan.
2. Bisnis Terlihat Lebih Profesional
Investor atau mitra bisnis akan lebih percaya pada usaha dengan laporan yang rapi.
3. Memudahkan Evaluasi Kinerja
Pemilik usaha bisa melihat laba bersih dan posisi keuangan secara jelas.
4. Menghindari Kesalahan Pencatatan
Standar membantu memastikan pencatatan tidak asal-asalan.
Komponen Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM
Menurut SAK EMKM, laporan keuangan UMKM minimal terdiri dari tiga komponen utama:
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan ini menunjukkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu.
Terdiri dari:
Aset
- Kas
- Piutang usaha
- Persediaan
- Aset tetap
Liabilitas
- Hutang usaha
- Pinjaman bank
Ekuitas
- Modal pemilik
- Laba ditahan
Rumus dasarnya tetap sama:
Aset = Liabilitas + Ekuitas
2. Laporan Laba Rugi
Laporan ini menunjukkan kinerja usaha selama periode tertentu.
Berisi:
- Pendapatan
- Beban usaha
- Laba atau rugi bersih
Contoh sederhana:
Pendapatan: Rp15.000.000
Beban usaha: Rp10.000.000
Laba bersih: Rp5.000.000
Laporan ini membantu pemilik usaha mengetahui apakah bisnis berkembang atau justru mengalami penurunan.
3. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)
Bagian ini sering diabaikan oleh UMKM.
CALK berisi penjelasan tambahan seperti:
- Informasi umum tentang usaha
- Kebijakan akuntansi yang digunakan
- Rincian akun tertentu
Walaupun terlihat sederhana, CALK penting untuk memberikan konteks pada angka-angka di laporan.
Perbedaan Pencatatan Biasa vs Sesuai SAK EMKM
Banyak UMKM hanya mencatat:
- Total uang masuk
- Total uang keluar
Namun laporan sesuai SAK EMKM mengharuskan:
- Pemisahan aset dan kewajiban
- Pengakuan pendapatan yang tepat
- Penyusutan aset tetap
- Pencatatan beban sesuai periode
Dengan kata lain, laporan tidak hanya sekadar rekap kas, tetapi mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Langkah Menyusun Laporan Sesuai SAK EMKM
Berikut tahapan sederhana yang bisa dilakukan UMKM:
1. Catat Semua Transaksi dalam Jurnal
Setiap transaksi harus dicatat secara sistematis.
2. Posting ke Buku Besar
Kelompokkan transaksi berdasarkan akun.
3. Buat Neraca Saldo
Pastikan saldo debit dan kredit seimbang.
4. Susun Laporan Laba Rugi
Hitung total pendapatan dan beban.
5. Susun Laporan Posisi Keuangan
Tampilkan aset, liabilitas, dan ekuitas.
6. Tambahkan Catatan atas Laporan Keuangan
Jelaskan informasi penting tambahan.
Jika dilakukan manual, proses ini bisa memakan waktu cukup lama dan rawan kesalahan.
Tantangan UMKM dalam Menerapkan SAK EMKM
Beberapa kendala yang sering terjadi:
- Tidak memahami istilah akuntansi
- Tidak punya waktu membuat laporan detail
- Kesulitan menyusun laporan secara konsisten
- Takut salah dalam perhitungan
Karena itu, banyak UMKM akhirnya kembali ke pencatatan sederhana yang tidak sesuai standar.
Solusi: Gunakan Sistem Akuntansi yang Terstruktur
Agar laporan keuangan sesuai SAK EMKM bisa dibuat lebih mudah, UMKM perlu sistem yang:
- Mendukung pencatatan jurnal rapi
- Otomatis menghasilkan buku besar
- Menyediakan neraca saldo
- Menyusun laporan laba rugi dan neraca secara instan
- Mengatur periode akuntansi dengan jelas
Dengan sistem yang tepat, penyusunan laporan sesuai standar tidak lagi terasa rumit.
Kesimpulan: UMKM Perlu Laporan Sesuai Standar
Laporan keuangan sesuai SAK EMKM bukan hanya formalitas, tetapi fondasi agar usaha bisa:
- Lebih dipercaya bank
- Lebih siap berkembang
- Lebih profesional di mata mitra bisnis
- Lebih terkontrol secara finansial
Semakin cepat UMKM menerapkan standar ini, semakin mudah bisnis bertumbuh secara berkelanjutan.
Mudahkan Penyusunan Laporan Sesuai SAK EMKM dengan Aktansi
Jika Anda ingin menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan mendekati standar SAK EMKM tanpa ribet, Aktansi dapat membantu.
Dengan Aktansi, Anda bisa:
- Mencatat transaksi melalui Jurnal Cepat dan Pencatatan Jurnal
- Mengatur Jurnal Berulang untuk transaksi rutin
- Mengakses Buku Besar dan Neraca Saldo otomatis
- Menyusun Laporan Laba Rugi dan Neraca secara instan
- Mengatur Periode Akuntansi dan input Saldo Awal dengan mudah
Tidak perlu lagi menyusun laporan manual dari awal.
Saatnya UMKM Anda memiliki laporan keuangan yang lebih profesional dan terstruktur.