Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM: Panduan Lengkap untuk UMKM agar Lebih Profesional

By | 16 Februari 2026

Banyak pelaku UMKM sudah mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi belum tahu apakah laporan keuangannya sudah sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Padahal, jika ingin usaha berkembang, mengajukan pinjaman ke bank, mencari investor, atau mengikuti tender, laporan keuangan yang rapi dan sesuai standar menjadi sangat penting.

Salah satu standar yang dirancang khusus untuk usaha kecil adalah SAK EMKM.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Apa itu SAK EMKM
  • Mengapa penting untuk UMKM
  • Komponen laporan keuangan sesuai SAK EMKM
  • Contoh sederhana penerapannya
  • Cara mempermudah penyusunan laporan sesuai SAK EMKM

Apa Itu SAK EMKM?

SAK EMKM adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah.

Standar ini diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk memberikan pedoman akuntansi yang lebih sederhana dibandingkan standar perusahaan besar.

Tujuan SAK EMKM adalah:

  • Membantu UMKM menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur
  • Meningkatkan akses pembiayaan ke perbankan
  • Membuat laporan lebih mudah dipahami
  • Memberikan standar yang seragam bagi usaha kecil

SAK EMKM dirancang agar lebih praktis dan tidak serumit standar akuntansi perusahaan publik.

Mengapa Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM Penting untuk UMKM?

Banyak UMKM masih menggunakan pencatatan sederhana tanpa format yang jelas. Padahal laporan sesuai SAK EMKM memberikan manfaat besar:

1. Lebih Mudah Mendapatkan Pinjaman Bank

Bank biasanya meminta laporan keuangan minimal 1–2 tahun terakhir. Laporan sesuai standar meningkatkan kepercayaan.

2. Bisnis Terlihat Lebih Profesional

Investor atau mitra bisnis akan lebih percaya pada usaha dengan laporan yang rapi.

3. Memudahkan Evaluasi Kinerja

Pemilik usaha bisa melihat laba bersih dan posisi keuangan secara jelas.

4. Menghindari Kesalahan Pencatatan

Standar membantu memastikan pencatatan tidak asal-asalan.

Komponen Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM

Menurut SAK EMKM, laporan keuangan UMKM minimal terdiri dari tiga komponen utama:

1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan ini menunjukkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu.

Terdiri dari:

Aset

  • Kas
  • Piutang usaha
  • Persediaan
  • Aset tetap

Liabilitas

  • Hutang usaha
  • Pinjaman bank

Ekuitas

  • Modal pemilik
  • Laba ditahan

Rumus dasarnya tetap sama:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

2. Laporan Laba Rugi

Laporan ini menunjukkan kinerja usaha selama periode tertentu.

Berisi:

  • Pendapatan
  • Beban usaha
  • Laba atau rugi bersih

Contoh sederhana:

Pendapatan: Rp15.000.000

Beban usaha: Rp10.000.000

Laba bersih: Rp5.000.000

Laporan ini membantu pemilik usaha mengetahui apakah bisnis berkembang atau justru mengalami penurunan.

3. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Bagian ini sering diabaikan oleh UMKM.

CALK berisi penjelasan tambahan seperti:

  • Informasi umum tentang usaha
  • Kebijakan akuntansi yang digunakan
  • Rincian akun tertentu

Walaupun terlihat sederhana, CALK penting untuk memberikan konteks pada angka-angka di laporan.

Perbedaan Pencatatan Biasa vs Sesuai SAK EMKM

Banyak UMKM hanya mencatat:

  • Total uang masuk
  • Total uang keluar

Namun laporan sesuai SAK EMKM mengharuskan:

  • Pemisahan aset dan kewajiban
  • Pengakuan pendapatan yang tepat
  • Penyusutan aset tetap
  • Pencatatan beban sesuai periode

Dengan kata lain, laporan tidak hanya sekadar rekap kas, tetapi mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Langkah Menyusun Laporan Sesuai SAK EMKM

Berikut tahapan sederhana yang bisa dilakukan UMKM:

1. Catat Semua Transaksi dalam Jurnal

Setiap transaksi harus dicatat secara sistematis.

2. Posting ke Buku Besar

Kelompokkan transaksi berdasarkan akun.

3. Buat Neraca Saldo

Pastikan saldo debit dan kredit seimbang.

4. Susun Laporan Laba Rugi

Hitung total pendapatan dan beban.

5. Susun Laporan Posisi Keuangan

Tampilkan aset, liabilitas, dan ekuitas.

6. Tambahkan Catatan atas Laporan Keuangan

Jelaskan informasi penting tambahan.

Jika dilakukan manual, proses ini bisa memakan waktu cukup lama dan rawan kesalahan.

Tantangan UMKM dalam Menerapkan SAK EMKM

Beberapa kendala yang sering terjadi:

  • Tidak memahami istilah akuntansi
  • Tidak punya waktu membuat laporan detail
  • Kesulitan menyusun laporan secara konsisten
  • Takut salah dalam perhitungan

Karena itu, banyak UMKM akhirnya kembali ke pencatatan sederhana yang tidak sesuai standar.

Solusi: Gunakan Sistem Akuntansi yang Terstruktur

Agar laporan keuangan sesuai SAK EMKM bisa dibuat lebih mudah, UMKM perlu sistem yang:

  • Mendukung pencatatan jurnal rapi
  • Otomatis menghasilkan buku besar
  • Menyediakan neraca saldo
  • Menyusun laporan laba rugi dan neraca secara instan
  • Mengatur periode akuntansi dengan jelas

Dengan sistem yang tepat, penyusunan laporan sesuai standar tidak lagi terasa rumit.

Kesimpulan: UMKM Perlu Laporan Sesuai Standar

Laporan keuangan sesuai SAK EMKM bukan hanya formalitas, tetapi fondasi agar usaha bisa:

  • Lebih dipercaya bank
  • Lebih siap berkembang
  • Lebih profesional di mata mitra bisnis
  • Lebih terkontrol secara finansial

Semakin cepat UMKM menerapkan standar ini, semakin mudah bisnis bertumbuh secara berkelanjutan.

Mudahkan Penyusunan Laporan Sesuai SAK EMKM dengan Aktansi

Jika Anda ingin menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan mendekati standar SAK EMKM tanpa ribet, Aktansi dapat membantu.

Dengan Aktansi, Anda bisa:

  • Mencatat transaksi melalui Jurnal Cepat dan Pencatatan Jurnal
  • Mengatur Jurnal Berulang untuk transaksi rutin
  • Mengakses Buku Besar dan Neraca Saldo otomatis
  • Menyusun Laporan Laba Rugi dan Neraca secara instan
  • Mengatur Periode Akuntansi dan input Saldo Awal dengan mudah

Tidak perlu lagi menyusun laporan manual dari awal.

Saatnya UMKM Anda memiliki laporan keuangan yang lebih profesional dan terstruktur.